Kamis, 26 September 2013

ust Nurdin bicara soal Hikmah Maulid Nabi

Alhamdulillahiladzi arsala Rosulullahu bilhuda wadinil haq, liyudzhirohu ‘aladinikullihi wakafabilahi syahida.
Ashyhaduanlaa ilaha illalloh wasyhaduanna Muhammadan ‘abduhu warosuluh.
Allohumma sholli ala Muhammadin waala alihi wasohbihi ajmain amma ba’du.
 hadirin yang dirahmati Alloh swt, saya pengen tanya nih!
Ada yang tahu tidak ? sudah berapa kali kita memperingati  maulid Nabi kita?, ayo ada yang tahu?, ayo siapa yang tahu?...., tidak ada yang tahu?, sama,  saya juga tidak tahu….!
Barangkali saja maulid Nabi kita sudah diperingati puluhan bahkan sudah ratusan kali.
Kira-kira apa ya, hikmah setelah memperingati Maulid Nabi? Apakah hanya sekedar menggugurkan kewajiban ketika memasuki bulan Robi’ul awwal?  salman kira khan memperingatinya saja bukan sesuatu yang wajib!, atau hanya sekedar meramaikan suasana dengan mengumpulkan dana yang besar dengan alasan syiar Islam kemudian mengundang ustadz kondang atau kiyai kesohor, kemudian seorang yang telah menghadirinya  ditanya,  bagaimana sih isi ceramah ustadz atau kiyai semalam?, kemudian dijawabnya malah kiyainya lucu….., atau, ustadnya lucu….
Aduhai ….aduhai…..aduhai….
Lalu apa hikmahnya kita memperingatinya?
Didalam Al-Qur’an kitabulloh surat Al-Ahzab ayat yang ke 21 dikatakan;
Audzubillahiminasyaithonirrojim, Bismillahirohmanirohim.
”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”.

 hadirin yang semoga dirahmati Alloh swt,
Lalu apa hikmahnya?, hikmahnya adalah; kalau kita ingin mendapatkan Rahmat Alloh ya harus meneladani prihidup Rosululloh mulai dari segi ibadah mahdzoh maupun tingkah laku kehidupan kita sehari-hari. Bukan sekedar rame-ramean, lucu-lucuan, atau sohor-sohoran, bukan begitu biybeh?
Apa sih pentingnya Rahmat Alloh? Pentingnya Rahmat Alloh adalah menjadi syarat kita memasuki syurganya Alloh sebagaimana juga yang pernah di katakan Nabi kita, bukan hanya sekedar tulus dan Ikhlas saja, sebagaimana yang pernah dinyanyikan oleh band ungu, “ …sesungguhnya manusia takkan bisa memasuki syurga tanpa tulus di hatinya….”
Bapak, ibu yang semoga dirahmati Alloh, jadi, pernyataan lagu tadi kurang lengkap dan masih ngambang, kurang lengkapnya tulus dan ikhlas adalah salah satu jalan menuju Rahmat,sedangkan  ngambangnya siapapun dia, Agama apapun dia bisa melakukan tulus dan ikhlas didalam hatinya.
Jadi, jika kita ingin sempurna meraih Rahmat Alloh adalah;
Pertama harus tulus dan ikhlas didalam islam, sebagaimana yang dikalamkan dalam Al-Qur’an surat Al-Bayyinah ayat yang ke 5 :Wamaa umiru illa liyabudulloha muhlisina lahuddin , artinya: Dan tidakklah kami perintahkan kepada mereka kecuali supaya menyembah kepada Alloh dengan ikhlas didalam Dien –nya.
kedua harus Ridho menerima islam sebagai agama anutan, dan sebagai seorang muslim, sebagaimana dalam salah satu do’a kita “ Rodhitubillahirobba, wabil Islami diina, wabiMuhammadin Nabiya waRosuula” artinya; aku ridho Alloh Tuhanku, Islam Agamaku, dan Rosululloh Muhammad saw sebagai Rosul dan Nabiku.                
Yang ketiga harus Itba’ kepada Rosululloh mengikuti dan meneladani ajarannya, apabila kita sudah melaksanakannya, tidak mustahil insya alloh kita termasuk orang-orang yang akan mendapatkan Rahmatnya amin ya Robbal alamin.
Bapak,  Ibu, hadirin yang dimuliakan oleh Alloh swt, sebelum kita tutup tausyiah ini mari kita sama-sama melantunkan sholawat kepada Nabi, Allohumma sholi wasalim wabarik alaih;
“ Allohumma sholii alaa Muhammad, ya Robbisholli alahi wasalim, Allohummaa shoolii alaa Muhammad yaa Robbi balighul wasiilah “.
Wallohu muafiq  Illa aqwamu thoriq

Tidak ada komentar:

Posting Komentar